Kembar Mayang
Kembar Mayang adalah sepasang rangkaian hiasan dari beberapa daun, buah dan
bunga. Kembang Mayang dipercaya sebagai bagian dari sebuah ritual, sebuah
sarana pada temu pengantin jawa. Maknanya sebagai perlambang terbentuknya
keluarga baru. Bunga mayangnya merupakan bunga pinang yang sedang mekar,
beruraian indah dan berbau wangi. Sebenarnya kembang ini meniru penyelenggaraan
kemeriahan, kesakralan, keanggunan dan keindahan acara perkawinan para
bangsawanan atau penobatan raja. Karena dianggap baik dan penuh makna, maka
budaya inii kemudian menjadi keharusan yang bersifat sakral.
Di dusun Jomblang sendiri ritual kembang mayang masih sering dilaksanakan
sampai sekarang. Tujuannya tak lain untuk melestarikan budaya jawa agar tidak
punah termakan jaman. Mbah Pawiro Nggheno (Mbah Kaum) adalah salah satu tokoh
masyarakat yang dipercaya untuk memimpin jalannya prosesi Kembar Mayang ini.
 |
| Mbah Kaum |
 |
Prosesi Kembar Mayang
SRANDUL
KESENIAN BUDAYA
PENINGGALAN LELUHUR DI TANAH JAWA
Indonesia merupakan
Negara dengan keragaman budaya yang sangat melimpah. Beda wilayah, beda pula
budaya yang dimilikinya, bahkan menjadi khas yang tidak dapat ditiru oleh
wilayah lain. Begitu pula dengan kebudayaan yang dimiliki salah satu desa di
Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Desa Mulyodadi, dengan julukan desa
ekowisata budaya ini memiliki beragam budaya yang melimpah. Dimulai dari
Jathilan, Ketoprak, Srandul, Wayang, dan lainnya.
Dalam kesempatan kali
ini, kami akan membahas kesenian Srandul, yang mungkin sudah asing untuk
didengar apalagi diketahui khalayak umum. Sebuah kesenian peninggalan leluhur
ditanah Jawa, yang sampai saat ini masih ada dan dilestarikan oleh warga
Mulyodadi. Kesenian dengan pertunjukan lakon dalam kehidupan sehari-hari,
dengan pemain yang saat ini berjumlah 30 orang. Personilnya kebanyakan berasal
dari pedukuhan Jomblang yang berada diwilayah desa Mulyodadi, namun tak jarang
karena kekurangan personil perempuan, grup Kesenian Srandul menyewa pemain dari
luar untuk memenuhi lakon yang diperlukan.
Kesenian Srandul
ditampilkan jika ada yang mengundang dalam suatu acara, atau atas permintaan
pemerintah desa setempat. Srandul dapat melakukan pementasan selama satu malam
penuh, atau sesuai waktu yang ditentukan oleh pemilik acara. Banyaknya lakon
yang dapat dimainkan memudahkan pemain untuk menyesuaikan jenis cerita disetiap
pertunjukannya. Ada banyak tokoh dalam Srandul, misalnya Umarmoyo, Umarmadi,
Wulan Dahur, Jayeng Rono. Srandul melakukan latihan setiap selapan pisan atau 35 hari sekali. Biaya untuk setiap pagelaran
Srandul, diperkirakan mencapai 4 juta rupiah. Mahalnya biaya dikarenakan
Srandul masih memiliki kekurangan alat, dalam hal ini adalah kostum. Sehingga
perlu meyewa perlengkapan ditempat lain.
Bagi pertunjukan yang
dilaksanakan selama satu malam penuh, biasanya diberi waktu sebagai jeda. Agar
memberi ruang istirahat bagi para pemain. Syarat untuk menjadi pemain Srandul
cukup mudah, karena tidak ada syarat khusus atau syarat tertentu. Dapat meminta
izin melalui kepala dusun desa setempat, dan terus mengikuti latihan yang telah
ditentukan.
Srandul yang berada di Desa Mulyodadi juga
sering tampil di TVRI Yogyakarta, dalam pagelaran keseniannya. Keberadaan Kesenian
Srandul Desa Mulyodadi tentunya dilindungi desa setempat, sebagai suatu
kekayaan budaya bagi Desa Ekowosata Budaya. Selain orang tua, pemain muda juga
ada karena kesenian ini tidak memandang usia. Bahkan pemain Srandul saat ini
bersedia melatih para pemuda yang berniat untuk melestarikan budaya, agar
Kesenian Srandul tidak hilang terkubur zaman, bahkan tergantikan trend modern
sesaat.
Mari kanca muda, bersama kita lestarikan budaya
Indonesia.
Salam.
*)ashafurazi&Lina
|