Sabtu, 22 Agustus 2015

Kegiatan Jomblang

Kerja Bakti 


Kegiatan gotong royong atau kerja bakti merupakan tradisi yang sudah lama ada di Indonesia. Kegiatan kerja bakti biasanya didorong oleh bahwa manusia yaitu sebagai makhluk sosial dimana kita tidak bisa hidup sendiri melainkan hidup bersama dengan lingkungan atau masyarakat disekitarnya. Hal inilah yang juga dilakukan masayarakat di pedukuhan Jomblang Desa Mulyodadi guna memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia kita masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan. Selain untuk menyambut hari Kemerdekaan kerja bakti ini juga dijadikan ajang untuk meningkatkan kerja sama antar masyrakat dan sebagai ajang silaturahmi masayarakat Jomblang. Pada dasarnya kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan ini sudah menjadi agenda rutin masyrakat Jomblang dan memang sudah diagendakan tiap bulannya. Namun kali ini ada yang berbeda dimana kegiatan kerja bakti ini diprakasai oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang kebetulan sedang melakukan kegiatan KKN di Dusun Jomblang. Mahasiswa KKN bekerjasama dengan Kepala Dusun dan juga RT setempat guna berkoordinasi dengan masyarakat Jomblang. Mencabut rumput, menyapu, dan bahkan membersihkan selokan dibagian yang sulit kita lakukan secara bersama nilai-nilai seperti inilah yang memang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat pedukuhan Jomblang guna mempererat setiap elmen masyrakatnya.




Lomba rakyat



Perayaan 17 Agustus selalu memberikan kebahagian tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali bagi masyarakat di Dusun Jomblang. Momen hari Kemerdekaan selalu diisi dengan kegiatan yang meriah dan menarik pastinya. Para pemuda di Dusun Jomblang mengadakan kegiatan lomba rakyat. Lomba rakyat itu mencakup untuk anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Seperti lomba balap karung, makan kerupuk, balap kelereng, hingga permainan tim yaitu gerobak sodor. Semua masyarakat berkumpul jadi satu tanpa ada pembatas sedikitpun diantara mereka. Saling berbaur untuk merayakan hari bersejarah bangsanya. 



Selasa, 18 Agustus 2015

Budaya dan Kesenian


Kembar Mayang 

Kembar Mayang adalah sepasang rangkaian hiasan dari beberapa daun, buah dan bunga. Kembang Mayang dipercaya sebagai bagian dari sebuah ritual, sebuah sarana pada temu pengantin jawa. Maknanya sebagai perlambang terbentuknya keluarga baru. Bunga mayangnya merupakan bunga pinang yang sedang mekar, beruraian indah dan berbau wangi. Sebenarnya kembang ini meniru penyelenggaraan kemeriahan, kesakralan, keanggunan dan keindahan acara perkawinan para bangsawanan atau penobatan raja. Karena dianggap baik dan penuh makna, maka budaya inii kemudian menjadi keharusan yang bersifat sakral.

Di dusun Jomblang sendiri ritual kembang mayang masih sering dilaksanakan sampai sekarang. Tujuannya tak lain untuk melestarikan budaya jawa agar tidak punah termakan jaman. Mbah Pawiro Nggheno (Mbah Kaum) adalah salah satu tokoh masyarakat yang dipercaya untuk memimpin jalannya prosesi Kembar Mayang ini. 

Mbah Kaum
Prosesi Kembar Mayang








SRANDUL
KESENIAN BUDAYA PENINGGALAN LELUHUR DI TANAH JAWA


Indonesia merupakan Negara dengan keragaman budaya yang sangat melimpah. Beda wilayah, beda pula budaya yang dimilikinya, bahkan menjadi khas yang tidak dapat ditiru oleh wilayah lain. Begitu pula dengan kebudayaan yang dimiliki salah satu desa di Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Desa Mulyodadi, dengan julukan desa ekowisata budaya ini memiliki beragam budaya yang melimpah. Dimulai dari Jathilan, Ketoprak, Srandul, Wayang, dan lainnya.
Dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas kesenian Srandul, yang mungkin sudah asing untuk didengar apalagi diketahui khalayak umum. Sebuah kesenian peninggalan leluhur ditanah Jawa, yang sampai saat ini masih ada dan dilestarikan oleh warga Mulyodadi. Kesenian dengan pertunjukan lakon dalam kehidupan sehari-hari, dengan pemain yang saat ini berjumlah 30 orang. Personilnya kebanyakan berasal dari pedukuhan Jomblang yang berada diwilayah desa Mulyodadi, namun tak jarang karena kekurangan personil perempuan, grup Kesenian Srandul menyewa pemain dari luar untuk memenuhi lakon yang diperlukan.
Kesenian Srandul ditampilkan jika ada yang mengundang dalam suatu acara, atau atas permintaan pemerintah desa setempat. Srandul dapat melakukan pementasan selama satu malam penuh, atau sesuai waktu yang ditentukan oleh pemilik acara. Banyaknya lakon yang dapat dimainkan memudahkan pemain untuk menyesuaikan jenis cerita disetiap pertunjukannya. Ada banyak tokoh dalam Srandul, misalnya Umarmoyo, Umarmadi, Wulan Dahur, Jayeng Rono. Srandul melakukan latihan setiap selapan pisan atau 35 hari sekali. Biaya untuk setiap pagelaran Srandul, diperkirakan mencapai 4 juta rupiah. Mahalnya biaya dikarenakan Srandul masih memiliki kekurangan alat, dalam hal ini adalah kostum. Sehingga perlu meyewa perlengkapan ditempat lain.
Bagi pertunjukan yang dilaksanakan selama satu malam penuh, biasanya diberi waktu sebagai jeda. Agar memberi ruang istirahat bagi para pemain. Syarat untuk menjadi pemain Srandul cukup mudah, karena tidak ada syarat khusus atau syarat tertentu. Dapat meminta izin melalui kepala dusun desa setempat, dan terus mengikuti latihan yang telah ditentukan.
 Srandul yang berada di Desa Mulyodadi juga sering tampil di TVRI Yogyakarta, dalam pagelaran keseniannya. Keberadaan Kesenian Srandul Desa Mulyodadi tentunya dilindungi desa setempat, sebagai suatu kekayaan budaya bagi Desa Ekowosata Budaya. Selain orang tua, pemain muda juga ada karena kesenian ini tidak memandang usia. Bahkan pemain Srandul saat ini bersedia melatih para pemuda yang berniat untuk melestarikan budaya, agar Kesenian Srandul tidak hilang terkubur zaman, bahkan tergantikan trend modern sesaat.
Mari kanca muda, bersama kita lestarikan budaya Indonesia.
Salam.

*)ashafurazi&Lina


Kuliner



Keripik Gayam



Ibu Wahyuni, yang beradi di Dusun Jomblang RT 08 RW 25 Mulyodadi adalah salah satu pembuat olahan gayam. Seperti kripik Gayam, Tempe Gayam, Susu Gayam dan produk lainnya. Ibu Wahyuni temasuk yang paling lama dalam membuat olahan yang berbahan dasar buah gayam ini, Ibu Wahyuni membuat gayam sejak tahun 1985. Saat ini pembuat olahan gayam sudah banyak tetapi olahan gayam milik Ibu Wahyuni lah yang paling dicari. Harga Keripik Gayam Rp 30.000,- / 1 kg

Emping Melinjo


\

Ibu Nurhayati adalah seorang pembuat emping melinjo yang ada di Dusun Jomblang RT 5 RW 25. Ibu Nurhayati memulai usahanya dari tahun 1990an, Beliau membuat emping melinjo bersama dengan adiknya yaitu Ibu Riri Suparningsih. Produk emping beliau tidak perlu diragukan karena emping melinjo buatan Ibu Nurhayati sudah sampai ke kota-kota besar. Dan setiap harinya bisa memproduksi 8 kg melinjo. Harga per 1 kg emping melinjo mencapai Rp 40.000,- 

Kerajinan Bambu


Bapak Subur adalah seorang pengrajin bambu yang berasal dari Karawang yang kini menetap di Dusun  Jomblang. Bisa dibilang beliau adalah pelopor pengrajin bambu pertama yang ada di Dusun Jomblang. Selain itu beliau juga mengajarkan keahliannya membuat kerajinan tersebut kepada orang lain. Sehingga ada beberapa pengrajin bambu lain tumbuh di Dusun Jomblang. Jenis produk yang dibuat oleh Bapak Subur seperti kandang burung dara, kurungan ayam dengan berbagai variasi. Harganya juga bervariasi tergantung model yang diinginkan dimulai dari Rp. 50.000,-











Bapak Wahyudi adalah pengrajin bambu lainnya yang berada Dusun Jomblang RT 08 RW 25, Bapak Wahyudi belajar kerajinan bambu tersebut dari Bapak Subur. Jenis produk yang dibuatpun hampir sama dengan Pak Subur. 










Pak Mudzakir, beliau mulai menekuni kerajinan bambu sejak tahun 2012. Beliau tinggal di RT 08 / RW 25 No 28 Dusun Jomblang.  Untuk melakukan pemesanan bisa menghubungi 087839145477








Berikut beberapa hasil kerajinan bambu yang terdapat didusun jomblang : 

Kandang dara (Gupon) variasi 2 pintu
Keranjang bambu




Salah satu rumah penjual
 pengrajin bambu
Rumah pak subur









                                                                                                         

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com